Postingan

Peristiwa Apa Saja yang Terjadi pada Tanggal 10 Muharram?

Umat Muslim perlu tahu peristiwa apa saja yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram jadi waktu yang istimewa. Berbagai peristiwa penting terjadi di tanggal ini. Peristiwa apa saja yang terjadi pada tanggal 10 Muharram? Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang memiliki limpahan pahala dan pintu taubat yang diberikan Allah SWT. Tepat di tanggal 10 Muharram pula, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah Asyura. Allah SWT akan mengampuni dosa setahun lalu orang yang berpuasa Asyura. Lantas, apa saja kelebihan di tanggal 10 Muharram ini yang lantas membuatnya jadi istimewa? Berikut beberapa peristiwa penting pada tanggal 10 Muharram. 1. Pertaubatan Nabi Adam AS Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Semula, Nabi Adam AS ditempatkan di Surga. Namun dia melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi hingga diturunkan ke Bumi. Pertaubatan Nabi Adam AS disebut dilakukan pada 10 Muharram. Di hari itu juga Allah SWT menerima taubat N...

BERUNTUNG

B E R U N T U N G. 1. Orang yg tidak lagi cemas dengan urusan dunia  K a r e n a  Meyakini rezeki itu sudah diatur oleh Allah Swt. T e t a p Berikhtiar maksimal sesuai kondisi, Berdoa maksimal Bertawaqal... 2. Orang yg meyakini, ujian dan atau cobaan yang berat itu bukan merupakan kezaliman Allah pada dirinya tetapi merupakan  kebaikan pada dirinya.  K a r e n a  Meyakini itu akan menggugurkan dosa-dosa nya dan itu membuat kesabaran bersemi dihatinya dan ketenangan menghiasi jiwanya...

RUQYAH SYAR'IYYAH : TERAPI AL-QUR'AN UNTUK PENYEMBUHAN

Admisi UII Gateway Email Kontak Bahasa Indonesia English Universitas Islam Indonesia You are here:Home/Indeks Berita/Berita/Ruqyah Syar’iyyah: Terapi Al-Quran untuk Penyembuhan Ruqyah Syar’iyyah: Terapi Al-Quran untuk Penyembuhan Bekerjasama dengan Rehab Hati Foundation, Takmir Masjid Ulil Albab (TMUA) menggelar kegiatan bertajuk “Tabligh Akbar & Ruqyah Syar’iyyah Massal” pada Jumat (30/3) malam, bertempat di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII). Ratusan jamaah memadati masjid dan antusias mengikuti berlangsungnya kegiatan. Dengan mengusung tema “Meraih Kesembuhan bersama Al-Quran”, acara ini mengangkat pentingnya ruqyah syar’iyyah sebagai salah satu metode penyembuhan dalam Islam. Ruqyah syar’iyyah merupakan sebuah teknik terapi penyembuhan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran dan do’a-do’a yang mu’tabaroh kepada pasien/orang yang diruqyah, dengan sesuai kepada ketentuan-ketentuan Al-Quran dan As-Sunnah sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulull...

TATA CARA SHALAT IDUL FITRI

TATA CARA SHALAT IDUL FITRI Berikut tata cara shalat Idul Fitri : 1. Shalat Idul Fitri terdiri dari 2 rakaat. 2. Shalat Idul Fitri dimulai dengan niat dan takbiratul ihram (ucapan “Allaahu Akbar” di awal). 3. Cara melakukan shalat Idul Fitri sama dengan melakukan shalat lainnya. 4. Setelah takbiratul ihram membaca do'a iftitah (istiftah) sebagaimana shalat lainnya. 5. Setelah membaca do'a iftitah, melakukan takbir tambahan (zawaid) sebanyak 7 kali pada raka'at pertama (selain takbir untuk takbiratul ihram dan takbir turun rukuk). Sedangkan pada raka'at kedua, melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali (selain takbir bangkit dari sujud dan takbir turun rukuk). Takbir tambahan (zawaid) ini hanya sunnah hay’at, sehingga kalau luput tidak mesti diulangi. Jika ada makmum yang masbuk saat takbir zawaid, cukup mengikuti sisa takbir yang ada tanpa qadha’ takbir. Jika imam hanya bertakbir zawaid 6 kali di raka'at pertama atau 3 kali di raka'at kedua, imam tetap boleh diik...

TATA CARA KHUTBAH IDUL FITRI

TATA CARA KHUTBAH IDUL FITRI Sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, khutbah Idul Fitri memiliki tata cara tersendiri. Seorang khatib harus paham mengenai ketentuan yang mesti dipraktikkan ketika berkhutbah. Berikut ini tata cara khutbah Idul Fitri : Khutbah Idul Fitri Pertama Khatib berdiri menghadap jemaah shalat Idul Fitri sambil mengucapkan salam. Lalu, ia melakukan urutan khutbah Idul Fitri berikut ini : 1. Di khutbah pertama ini, khatib mengawalinya dengan membaca takbir (الله أكبر/Allaahu Akbar) sebanyak 9 kali. 2. Memuji Allah SWT, sekurang-kurangnya membaca "Alhamdulillah". 3. Membaca shalawat Nabi, sekurang-kurangnya "Allaahumma shalli 'ala [sayyidina] Muhammad". 4. Berwasiat tentang takwa. 5. Membaca ayat Al-Qur'an. Kemudian khatib menyampaikan ceramahnya, mengingatkan jemaah untuk menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, serta penjelasan lainnya mengenai topik khjtbahnya. Setelah dirasa cukup, khutbah pertama diakhiri dengan duduk se...

FIQIH ZAKAT FITRAH

FIQIH ZAKAT FITRAH Ibadah zakat merupakan rukun Islam yang keempat setelah puasa Ramadhan. Zakat ini hukumnya bersifat wajib bagi mampu, yang artinya jika menunaikan zakat akan mendapatkan pahala, dan yang tidak melaksanakannya akan mendapat dosa. Zakat sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau harta. Zakat Fitrah merupakan zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim pada saat bulan Ramadhan sebagai pembersih atas perbuatan dosa dan menyempurnakan puasa. Di Indonesia zakat fitrah dibayarkan dengan beras sebanyak 2,5 kg atau 3,1 liter beras atau uang senilai tersebut. Sementara zakat mal merupakan zakat harta benda yang wajib dikeluarkan seorang muslim yang telah berpenghasilan. Zakat mal dibayarkan jika harta itu sudah dimiliki penuh dan memenuhi nisab dan haulnya. Maka dari itu zakat mal dibayarkan sebanyak 2,5% dari jumlah harta keseluruhan setahun sekali. Adapun faedah dan hikmah yang dapat dirasakan oleh individu maupun masyarakat jika berzakat antara lain...

KEUTAMAAN MEMPELAJARI, MEMBACA, DAN MENGAMALKAN AL-QUR'AN

KEUTAMAAN MEMPELAJARI, MEMBACA DAN MENGAMALKAN AL-QUR'AN اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَبَعْدُ (Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin, wash-shalaatu was-salaamu ‘ala asyrafil-ambiya-i wal-mursalin, sayyidina wa nabiyyina Muhammadin, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du) Para hadirin yang semoga dirahmati oleh Allah, pertama dan yang utama marilah kita bersyukur kepada Allah Subhaanahu wata'ala yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua. Sehingga dengan nikmat tersebut, kita dipertemukan kembali di hari yang penuh kebahagiaan ini dalam keadaan sehat, aman, dan sejahtera. Yang kedua, shalawat dan Salam saya haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam dan juga keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikutnya. Dan mudah-muda...