Postingan

Cara Shalat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya

Gambar
Cara Shalat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Doanya Shalat Tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Secara bahasa, Tahajud berarti berupaya melawan atau meninggalkan tidur, sedangkan menurut istilah fiqih adalah shalat sunnah malam hari yang dilakukan setelah tidur. Dalam pelaksanaannya, shalat Tahajud dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun setiap dua rakaat ditutup dengan salam.  Ada sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakan shalat Tahajud. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79: وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."  Tata Cara, Niat, dan Doa Shalat Tahajud dapat dilaksanakan sebagaimana shalat-shalat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat salam. Adap...

Judi: Risiko, Hukum & Dampak Negatifnya

Gambar
Judi: Risiko, Hukum & Dampak Negatifnya Judi adalah aktivitas yang melibatkan pertaruhan uang atau barang berharga pada suatu kejadian yang tidak pasti. Tujuan utama dari perjudian adalah mendapatkan keuntungan secara instan. Namun, praktik ini seringkali membawa dampak negatif yang signifikan bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Definisi Judi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), judi adalah bermain permainan dengan memakai uang atau barang berharga sebagai taruhan. Contohnya termasuk permainan dadu, kartu, dan togel. Judi melibatkan beberapa karakteristik utama, yaitu adanya risiko kehilangan sesuatu yang berharga, bergantung pada faktor keberuntungan, dan memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat. Perspektif Hukum tentang Judi di Indonesia Di Indonesia, perjudian dilarang secara tegas oleh hukum. Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur tentang...

MENGATASI PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN : Menjauhi Adu Domba Berdasarkan Ajaran Islam"

Gambar
”MENGATASI PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN : Menjauhi Adu Domba Berdasarkan Ajaran Islam" Adu domba, atau dalam terminologi Islam dikenal sebagai namimah (النميمة), merupakan salah satu bentuk perilaku tercela yang telah banyak menciptakan kerusakan dalam kehidupan individu maupun masyarakat.  Tindakan ini, yang bertujuan untuk memprovokasi permusuhan atau konflik di antara manusia, menjadi penyebab utama perpecahan, kebencian, dan keretakan hubungan sosial.  Dalam perspektif Islam, adu domba termasuk kategori dosa besar karena dampaknya yang sangat merusak tatanan sosial dan moral manusia. Islam, sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan keharmonisan, menekankan pentingnya menghindari adu domba melalui berbagai ajaran Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW.  Larangan terhadap perilaku ini tidak hanya bertujuan menjaga hubungan antarindividu, tetapi juga mencegah kehancuran masyarakat secara keseluruhan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujura...

Empat Prinsip Utama untuk Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Gambar
Rasulullah SAW adalah teladan abadi yang tak pernah habis untuk dikaji, sekalipun sepanjang hayat kita dedikasikan untuk mempelajarinya. Dari setiap aspek kehidupan beliau, tersimpan nilai-nilai kebaikan yang relevan lintas zaman, menjadi pedoman bagi umat manusia. Dalam aspek spiritual, Rasulullah menunjukkan hubungan mendalam dengan Allah SWT melalui ketekunan ibadah, keikhlasan hati, dan kesabaran luar biasa saat menghadapi ujian hidup. Dalam ranah sosial, beliau tampil sebagai sosok yang lemah lembut, adil, dan penuh toleransi, merangkul semua kalangan tanpa memandang status atau latar belakang. Sebagai pemimpin, Rasulullah SAW mempersembahkan teladan kepemimpinan yang penuh empati, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan selalu mengutamakan musyawarah. Dengan segala keutamaan ini, beliau adalah panutan ideal untuk diteladani. Allah SWT sendiri berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰ...
1/2 kg pensi (saya 2gelas daging pensinya saja)

Resep Pensi Padang

Gambar
Resep Pensi Padang Bahan-bahan 4 piring kecil pensi 2 siung bawang putih 3 cabe merah keriting 2 ruas jari kunyit 4 siung bawah merah 1 ruas jari lengkuas 1 ruas jari jahe 1 batang serai 3 lembar daun salam 2 lembar daun pandan Daun bawang secukupnya Garam secukupnya Gula Penyedap rasa air Cara Membuat 1 Rendam pensi semalaman,biar kotorannya ilang,tapi klo pun mau lgsg dimasak jg bisa,tp harus dicuci berulang kali. 2 Ulek atau blender halus bawang merah,bawang putih,jahe,kunyit,lengkuas,cabe dan beri secukup garam,kemudian geprek batang serai. 3 Tumis bumbu halus tadi,masukan serai yg udh digeprek,daun salam dan daun pandan yg udah diiris kasar.Tambahkan gula dan penyedap rasa secukupnya. kemudian geprek batang serai. 4 Masukan pensi yang sudah direndam/dicuci,aduk rata bersama bumbu,dan tambahkan air secukupnya. 5 Tunggu sampai semua kulit pensi terbuka,kemudian masukan daun bawang yg udah diiris kasar,tes rasa,kalau dirasa sudah cukup enak,angkat dan pensi siap dihidangk...

Tempatkan pada Tempatnya

Gambar
Tempatkan Pada Tempatnya Manusia adalah pelaku kezaliman. Dengan bermacam-macam jenis kezaliman. Zalim itu adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, lawan katanya adalah keadilan. Siapapun yang menempatkan sesuatu di dunia ini tidak pada tempatnya, maka ia sudah zalim. Baik itu dalam urusan akidah, mu’amalah, akhlaqiah, jika dia menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, maka dia zalim. Lalu, menempatkan sesuatu pada tempatnya itu, pakai cara apa? Nahh…supaya tepat, pakailah cara Al Qur’an. Bagaimana memakai cara Al Qur’an itu? Baca dan pahami Al Qur’an, maka akan kita ketahui apakah cara kita sudah tepat atau belum. Rasulullah SAW adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT di atas muka bumi ini. Beliau menggambarkan kehidupan yang paling tepat pada tempatnya. Ia digambarkan oleh Aisyah R.A, sebagai orang yang yang menjadi gambaran tentang Al Qur’an. Dan Rasulullah adalah orang yang paling sempurna dalam menempatkan bentuk kehidupannya. Ia adalah or...