Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Dosa Kezaliman, Ingatlah dan Minta Ma'af

Kezaliman adalah dosa besar yang akan mendatangkan siksa pedih di akhirat jika tidak segera disesali. Islam menegaskan pentingnya meminta maaf kepada yang dizalimi, karena di akhirat kebaikan kita bisa berpindah kepada mereka. Sebelum terlambat, segera bertaubat dan mintalah maaf untuk menghindari hukuman di hari kiamat Makna Zalim Secara etimologi, zhulmu (kezaliman) berarti, ِوَضعُ الشَّيءِ في غَيرِ مَوضِعِه، وأخذُ المَرءِ ما ليس له “ Azh-zhulmu artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya dan mengambil sesuatu yang bukan haknya.” (Al-‘Ain karya Al-Khalil bin Ahmad, hlm. 154; Tahdzib Al-Lughah karya Al-Azhari, 14:276; Bahjah Al-Majalis karya Ibnu ‘Abdil Barr, 1:362) Secara istilah, zhulmu artinya melakukan sesuatu yang keluar dari koridor kebenaran, baik karena kurang atau melebih batas. Al-Asfahani mengatakan mengenai zalim adalah, وضع الشيء في غير موضعه المختص به؛ إمَّا بنقصان أو بزيادة؛ وإما بعدول عن وقته أو مكانه “Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada posisinya yang tepa...
Gambar
Keluar ke Thaif untuk Rekreasi Sebelum Thawaf Wada’, Apakah Harus Thawaf Dulu? Menu Search for Switch skin  Home / Belajar Islam / Akhlaq Akhlaq Dosa Kezaliman: Ingatlah dan Mintalah Maaf Muhammad Abduh Tuasikal, MSc September 25, 2024 0 52,934 11 minutes read Kezaliman adalah dosa besar yang akan mendatangkan siksa pedih di akhirat jika tidak segera disesali. Islam menegaskan pentingnya meminta maaf kepada yang dizalimi, karena di akhirat kebaikan kita bisa berpindah kepada mereka. Sebelum terlambat, segera bertaubat dan mintalah maaf untuk menghindari hukuman di hari kiamat   Daftar Isi     tutup   1. Makna Zalim 2. Islam Melarang Kezaliman 3. Akibat Orang Berbuat Zalim 3.1. 1. Orang zalim akan dibalas di akhirat hingga menjadi orang yang bangkrut 3.2. 2. Mendapatkan kegelapan di hari kiamat 3.3. 3. Terancam oleh doa orang yang dizalimi 4. Jenis-Jenis Kezaliman 5. Taubatlah dari Kezaliman: Meminta Maaf 6. Meminta Maaf, Tetapi Tidak Dimaafkan 7. Tet...